Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace
Makna Natal yang Sejati
Pengantar
***
Ketika Yesus dilahirkan di kota Betlehem lebih dari dua ribu tahun yang lalu, peristiwa itu hanya disaksikan oleh orang-orang awam saja. Kelahiran Raja di atas segala raja yang sudah dinubuatkan beribu-ribu tahun sebelumnya, bahkan difirmankan oleh TUHAN sendiri (Kejadian 3:15), tidak digenapi dengan penuh kemegahan di hadapan raja-raja atau para bangsawan lainnya. Sebaliknya, Ia lahir dibungkus dengan lampin dan dibaringkan di dalam sebuah palungan karena pada saat itu tidak ada kamar yang kosong di rumah-rumah penginapan untuk ibu-Nya, Maria, serta Yusuf, suaminya (Lukas 2:7).
Kisah kelahiran-Nya yang tampak tak berarti dan sederhana itu terbukti bertahan mengarungi waktu, ... selalu relevan bagi kehidupan umat manusia sepanjang masa. Setiap tahun, berbagai generasi di seluruh dunia mendengar, mengenang, dan memperingati kejadian bersejarah tersebut, yang tetap berkuasa untuk mengubah hidup.
Selain mengirim ketiga orang majus, Tuhan hanya memakai orang-orang biasa saja sebagai saksi-saksi kelahiran Anak-Nya yang tunggal. Alkitab mengatakan bahwa gembala-gembala yang sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang dipilih oleh-Nya untuk menjadi saksi-saksi pertama kelahiran Kristus. Bukan para ahli Taurat, orang-orang Farisi atau orang-orang terpelajar lainnya! Malam hari itu mereka melihat dan mendengar pujian yang dinyanyikan oleh sejumlah besar bala tentara sorga: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" (Lukas 2:14).
Padahal pada abad yang pertama, status para penggembala domba di Israel tergolong amat rendah. Kesaksian-kesaksian mereka tidak bisa diterima oleh orang-orang Yahudi dalam sistem pengadilan mereka. Kendatipun demikian, Tuhan menjadikan mereka saksi-saksi yang sah untuk memberitakan kedatangan-Nya di dunia. Injil Lukas mencatat: "Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka" (Lukas 2:18).
Sampai saat ini Tuhan masih tetap memilih orang-orang biasa sebagai saksi-saksi-Nya untuk memberitakan kabar gembira mengenai kelahiran Sang Raja Damai lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Kita tidak perlu bertanya-tanya: "Apakah Tuhan mau memakai saya yang tidak memunyai kepandaian apa-apa?"
Jika Allah Bapa di surga bersedia memakai para gembala di padang, yang dipandang rendah oleh masyarakat Yahudi pada zaman itu untuk menjadi saksi-saksi-Nya yang mutlak, tentu Ia juga berkenan menggunakan umat "sederhana" seperti kita. Yang dituntut hanya sikap hati yang taat, yang mau menceriterakan peristiwa itu kepada orang lain seperti apa adanya, seperti yang sudah tercatat di dalam firman Tuhan. Tanpa menambahkan embel-embel lain yang sudah dilumrahkan oleh umum, yang tampaknya sudah berhasil membajak kebenaran isi Alkitab mengenai hari bersejarah tersebut.
Yesuslah inti perayaan hari Natal yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia. Dialah penyebab hari itu dirayakan sebagai suatu peringatan akan kedatangan Allah yang bersedia merendahkan diri-Nya sendiri, menjelma menjadi seorang manusia, agar kita, anak-anak manusia, bisa disebut sebagai anak-anak Allah (Galatia 3:26).
SABDA Space adalah sebuah arena optimal yang disediakan oleh Tuhan untuk kita sebagai salah satu instrumen terbaik yang bisa menjangkau daerah-daerah yang tidak mungkin kita kunjungi secara pribadi. Melalui media ini kita bisa memproklamirkan tanpa kompromi kebenaran kisah kelahiran Sang Juru Selamat kepada dunia. Marilah kita saling bergandeng tangan, bahu-membahu, menggunakan setiap kesempatan indah yang disediakan oleh arena ini, untuk menjadi saksi-saksi-Nya yang mau membagikan kebenaran kisah Natal seperti apa adanya, ... seperti yang sudah dilakukan oleh para gembala pada saat kelahiran-Nya.
Agar ... dunia mengerti kebenaran ayat ini: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).
Syalom,
John Adisubrata
Desember 2007
- Admin's blog
- Login to post comments
- 26129 reads
Hartanya, bukan bejananya
aku
NATAL.....?
Padang be-Rumput Hijau
The Only Reason
Yes Ray,
Jesus is the reason for the season. He is the reason why we're having Christmas.
Because He loves His creations, let us be His instruments to serve and love others who need Him.
Bless you,
John Adisubrata
Yap! Selamat Natal, semoga
Natalku yang ketiga
Merry Christmas everyone....
Tahun ini adalah natalku yang ketiga....
Natal pertamaku adalah tiga tahun lalu tepatnya 5 hari setelah aku dibaptis 2005 silam. ...
dan pada tahun ketiga ini, aku merasa makin mantap berjalan bersama-Nya...
Aku telah menjelajah agama lain...
namun tak puas hatiku sampai "ketemu" sama Yesus. Tapi akhir-akhir ini aku bertanya-tanya...
YESUS memilih kahir di kandang domba yang amat sederhan, apakah tak mungkin IA juga memilih hadir di hatiku yang kacau balau dan kotor ini?
Bukan aku yang mencari-Nya karena aku tak sanggup menggapai keagungan-Nya tapi DIA yang besarlah yang mendatangiku.
Buat Light dan semuanya....
Semoga natal memberi damai di hati kita semua...
dan biarlah kiranya damai itu menjauhkan kita dari perpecahan....
Salam Damai
GBU
Kitab kehidupan
Dear All,
Shalom……,semoga makna Natal di tahun ini dan tahun-tahun akan datang kita tetap setia dan taat akan Dia Yesus Kristus yang mengampuni kesalahan dan kebodohan atas dosa-dosa yang kita perbuat sehingga telah hilang KASIH yang seharusnya kita dapat merasakan dan menyelam lebih dalam makna Natal ini. (Yoh 3:16)
Marilah kita taburkan Kasih yang kita dapatkan dari Allah Bapa yang telah dicurahkan kepada kita, dapat lagi kita saluran kepada rekan-rekan saudara seiman maupun yang bukan seiman dan belum percaya akan makna berita Natal. Kita telah tahu sebelum Kristus datang ke Dunia ini pada kitab perjanjian lama telah disampaikan kepada para-para Nabi-nabinya salah satunya nubuat penglihatan yang ada di Yesaya 42: 2 yaitu “ Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suara di jalan” dan “Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah ada menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkan kepadamu” (Yesaya 42:9) Tetapi sekarang, Ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu (Yesaya 64:8).
Ooooo sungguh luar biasa Engkau Tuhan siapakah kami ini???!!! Masihkah kami tidak mengerti dan tidak percaya akan makna keselamatan ini bukankah kita/kami mendengar Engkau telah menang atas kuasa maut dan pada hari ketiga bangkit dan sekarang Engkau berada di surga sedang menyiapkan tempat-tempat bagi kami/kita yang percaya akan Engkau Yesus sebagai hakim yang adil bagi kami semua umat manusia. Ya Tuhan ampunilah kami Tuhan dan sadarkanlah kami. ya Tuhan sehingga KASIH itu tetap mengalir didiri kami/kita ini dapat memberitakan makna Natal yang sengguhnya Ingatlah bahwa kita orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan menanti kedatangan-Nya sudahkan kita mempersiapkan diri kita dengan Pelita dan Buli-buli Minyak untuk menyosong kedatangan-Nya serta sudahkah kita berusahaan membuat amal kebaikan dan Kasih dari Allah sehingga didapatkan kita tidak bercak cela dan tercatat di kitab kehidupan.
Pesan makna Natal dan patuk kita renungkan “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu, lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu” (Wahyu 20:12)
GBU for of us
"I wish you Merry X'mas and Happy Year"
Light
LIGHT
Light of the world
You stepped down into darkness
Opened my eyes, let me see
Beauty that made this heart adore
You Hope of a life spent with You
Here I am to worship
Here I am to bow down
Here I am to say
That You're my God
(Petikan dari lagu: 'Here I am to Worship' ciptaan Tim Hughes)
"Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar." (Yesaya 9:2)
Benar, ... Yesus-lah Terang yang sudah datang ke dunia untuk memberi harapan kepada setiap orang yang tidak mempunyai harapan, tapi yang mau membuka mata hatinya. Hanya Ia seorang saja yang mampu menunjukkan jalan lurus yang selalu dicari oleh umat manusia sepanjang hidup mereka. Karena ... Ia-lah Jalan Lurus (Jalan Kebenaran) tersebut. Haleluya.
Syalom,
John Adisubrata
Baca artikel bersambung: Kasih: 'I Want to Know What Love is' (1)
SELAMAT HARI NATAL
Kepada:
Keluarga besar SABDA Space,
Sih nugraha dalem Allah Hyang Rama, asih tresna dalem Allah Hyang Putra tuwin Hyang Roh Suci tansah manunggila ing kita sedaya.
"SELAMAT HARI NATAL 2007 dan TAHUN BARU 2008"
Semoga ladang SABDA Space ini bisa menjadi alat yang berguna untuk memberitakan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Biarlah nama-Nya semakin ditinggikan saja melalui setiap kontribusi yang kita lakukan bersama-sama di dalam arena ini.
Tuhan memberkati selalu.
Syalom,
John Adisubrata
NATAL TELAH TIBA
takkan pernah kubawa!!
Christmess, Christmass, Christmust
Pembimbing KTB saya yang pertama dan satu-satunya hingga saat ini adalah seorang penginjil wanita berusia 54 tahun. Beberapa tahun yang lalu dia berikan kata2 ini buat saya.
CHRISTMAS is....
Christmess to those who still stay in the darkness.
Christmass to those who think it is about going to the church.
But to those who have been called out of the darkness, brought back from the eternal death to the eternal life, Christmas is a Christmust. For there can never be a Christmas without Christ.
If you have never been touched by the Light, you would never know how dreadful it is to live in the darkness. Amazing Grace, how sweet the sound that saved a wreck like me. I once was lost, but now am found, was blind but now I see.
C hrist Jesus
H as become
R edeemer because
I believe that His
S aving grace has
T urned
M y heart
A away from my
S ins
(C) JCO
Have a blessed Christmust everyone =)
NATAL BERARTI TEGURAN
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
Sudah sembuh?
Dear Obed,
Gimana keadaan istri, adik dan kamu sendiri sekarang? Pulih sempurna? Mudah2an dengan beberapa post yang sudah kamu buat bisa jadi indikasi kamu sudah mulai beraktivitas seperti biasa lagi yah. Hm... semoga ngga biasa juga, tapi jadi lebih istimewa karena peristiwa kemarin itu semoga jadi pelajaran yang berharga tentang perjalanan kita sebagai musafir di dunia ini. Senang susah boleh datang bergantian, tapi karena kaitan kita sama Sang Kekal itu, semuanya bisa ditanggung dengan luar biasa, di luar apa yang kita pikir kita mampu jalanin.
OK Obed, selamat menikmati terus hari-hari kamu =)
Messias PALSU yg TELMI seperti nabi PALSU Monoteisme Muhammad